PELESTARIAN BAHASA DAERAH DAN TRANSFORMASI DIGITAL GURU LEWAT FTBI DAN PGRI POWER
Bengkulu Tengah, MC Benteng – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan bersama Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mengusung tema “Melestarikan Bahasa Daerah, Menguatkan Jati Diri Bangsa”. Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 3 Bengkulu Tengah, tersebut dirangkaikan dengan peluncuran PGRI Power sebagai bagian dari gerakan satu juta guru mahir coding dan Artificial Intelligence (AI). bertempat di SMPN 3 Bengkulu Tengah. Selasa (20/10/2026)

Kegiatan dihadiri Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., Bunda Guru Kabupaten Bengkulu Tengah Dr. Susilo Damarini Rachmat, SKM., MPH., unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, camat, perwakilan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, kepala sekolah, guru, serta undangan lainnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas dan budaya lokal. Dalam kegiatan tersebut, siswa jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti perlombaan pidato, puisi, dan mendongeng menggunakan bahasa daerah.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan atraksi dol dari siswa/siswi SMP Negeri 3 dan SD Negeri 1 Bengkulu Tengah, serta penampilan Tari Ting Bedeting dan Senam Berbinar oleh siswa SD Negeri 1, SD Negeri 5, SD Negeri 15, dan SMP Negeri 3 Bengkulu Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan kemampuan maupun kebanggaan dalam menggunakan bahasa ibu.

“Festival Tunas Bahasa Ibu ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi harus menjadi momentum dan gerakan bersama untuk mendorong anak-anak kita agar bangga menggunakan bahasa daerahnya. Kita ingin bahasa ibu tetap hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rachmat.
Ia menjelaskan, bahasa Rejang dan bahasa Lembak menjadi dua bahasa daerah yang menjadi fokus revitalisasi di Kabupaten Bengkulu Tengah. Pemerintah daerah bersama Balai Bahasa Provinsi Bengkulu terus mendorong pelestarian kedua bahasa tersebut agar tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bupati juga mengajak para guru dan orang tua untuk membiasakan anak-anak menggunakan bahasa ibu dalam percakapan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Menurutnya, pembiasaan tersebut menjadi langkah penting agar bahasa daerah tidak semakin tergerus oleh perkembangan zaman.
“Anak-anak kita harus bangga dengan bahasanya sendiri. Saya berharap para guru dan orang tua bersama-sama membiasakan anak-anak menggunakan bahasa ibu, sehingga upaya pelestarian bahasa daerah ini dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Eriyanto, S.Pd.,M.AP., menyampaikan bahwa FTBI merupakan bagian dari upaya revitalisasi bahasa daerah melalui kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu. Festival ini memberikan ruang apresiasi dan kesempatan berprestasi bagi peserta didik melalui berbagai perlombaan berbahasa daerah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Rejang dan bahasa Lembak serta menumbuhkan keberanian untuk menggunakannya tanpa rasa malu.

“Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, kita memberikan ruang bagi anak-anak untuk berprestasi sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah. Kita ingin bahasa ibu tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi muda di Kabupaten Bengkulu Tengah,” ungkap Eriyanto.
Perwakilan Balai Bahasa Provinsi Bengkulu turut mengapresiasi dukungan Bupati Bengkulu Tengah beserta jajaran pemerintah daerah terhadap program revitalisasi bahasa daerah yang telah berjalan sejak 2023. Balai Bahasa berharap sinergi tersebut terus berlanjut agar generasi muda semakin aktif menggunakan dan melestarikan bahasa daerah.

Selain pelestarian bahasa daerah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran PGRI Power untuk mendukung program satu juta guru mahir coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di dunia pendidikan.
Bupati Rachmat Riyanto menyampaikan apresiasi kepada ketua PGRI atas inisiatif tersebut. Ia menilai penguasaan teknologi, termasuk coding dan AI, semakin penting bagi tenaga pendidik agar mampu beradaptasi dengan perubahan serta meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Guru-guru kita harus terus meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan zaman. Melalui PGRI Power, kita berharap guru-guru di Bengkulu Tengah dapat ikut berpartisipasi dalam gerakan satu juta guru mahir coding dan AI, sehingga mampu meningkatkan kompetensi serta kualitas pendidikan,” tegasnya.
Dengan jumlah guru di Kabupaten Bengkulu Tengah yang hampir mencapai 3.000 orang, Bupati berharap partisipasi tenaga pendidik daerah dalam program tersebut dapat terus ditingkatkan. PGRI Power diharapkan menjadi sarana untuk mendorong guru agar semakin terampil memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Melalui penyelenggaraan FTBI dan peluncuran PGRI Power, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah mendorong dua upaya penting dalam dunia pendidikan, yakni menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai identitas budaya sekaligus meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi digital.
(MC/BDR)
Komentar
20
Login Form
Silahkan login dengan mengisi informasi dibawah iniRegistrasi Akun