Hadiri Pentas Drama Tradisional di Srikaton, Bupati Bengkulu Tengah Apresiasi Pelestarian Budaya Lokal

Media Pemkab Benteng
22 Agustus 2026
10:04 WIB

MC-BENTENG
BENGKULU TENGAH – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Desa Srikaton, Kecamatan Pondok Kelapa, menggelar acara hiburan rakyat berupa pergelaran drama tradisional. Acara yang mengangkat kekayaan budaya lokal ini berlangsung meriah pada Jumat malam, 21 Agustus 2026.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.A.P., beserta istri, Dr. S. Damarini Rachmat, S.KM., M.P.H. Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Balai Kebudayaan Bengkulu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Dukcapil, Camat Pondok Kelapa, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA), serta anggota DPRD lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Srikaton, Muhamad Sarjoni, S.AP. Dalam sambutannya, Sarjoni mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme masyarakat Desa Srikaton yang begitu tinggi terhadap pelestarian cerita rakyat lokal, khususnya kisah Putri Gading Cempaka yang berasal dari Bengkulu . Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Ibu Bupati yang telah meluangkan waktu untuk hadir memeriahkan acara desa.

Selanjutnya, Bupati Bengkulu Tengah memberikan sambutan terkait pentingnya menjaga warisan leluhur. Dalam pidatonya, Bupati menekankan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terhadap pengembangan kebudayaan sebagai identitas daerah.

"Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah sangat memberikan perhatian terhadap pengembangan kebudayaan. Cerita rakyat seperti Putri Gading Cempaka mengandung pesan moral yang mendalam, terutama mengenai semangat berkorban. Nanti kita akan melihat bagaimana seorang putri yang cantik jelita rela meninggalkan istananya dan pergi ke tempat yang jauh demi sebuah pengorbanan. Itu sungguh luar biasa," ujar Rachmat Riyanto.

Bupati berharap melalui pertunjukan seni seperti ini, nilai-nilai luhur dapat terus tertanam di hati masyarakat, khususnya generasi muda. "Semoga sepulang dari sini, kita semua dapat mengambil hikmah dari setiap tokoh yang diperankan, baik itu keteguhan hati maupun kearifan lokal yang menjadi pegangan hidup kita," tutup Bupati disambut tepuk tangan hadirin.


Puncak acara dilanjutkan dengan pementasan drama tradisional berjudul "Tetes Air Mata Putri Gading Cempaka" yang diperankan dengan apik oleh Sanggar Surya Kencono. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur warga, tetapi juga menjadi media edukasi untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya Bengkulu Tengah di tengah perayaan kemerdekaan.
(MC/NY)

Komentar

20