PENCEGAHAN STUNTING DAN EDUKASI GIZI SEIMBANG DIGELAR DI DESA HARAPAN MAKMUR

Media Pemkab Benteng
20 Agustus 2026
16:57 WIB

Bengkulu Tengah, MC Benteng – Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pendamping (TP) Posyandu Kabupaten Bengkulu Tengah, Dr. Susilo Damarini Rachmat, S.KM., MPH., menghadiri kegiatan pendampingan dalam rangka dukungan TP PKK terhadap pencegahan dan percepatan penurunan stunting sekaligus sosialisasi gizi seimbang bagi anak di Desa Harapan Makmur, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kamis (20/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Harapan Makmur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, TP PKK, serta berbagai pihak terkait dalam memastikan pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak berjalan secara optimal.

Turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Bengkulu Tengah, Camat Pondok Kubang, Ketua TP PKK Kecamatan Pondok Kubang, Ketua TP PKK Desa Harapan Makmur, Kepala Desa Harapan Makmur, Ketua BPD, kader Posyandu, pendamping desa, serta sejumlah undangan lainnya.

Kepala Desa Harapan Makmur, Tri Ekana, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terhadap upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di desanya.

“Pencapaian Desa Harapan Makmur dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting tidak terlepas dari peran serta kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah desa, kecamatan, kader Posyandu, pendamping desa, Puskesmas, maupun KUA. Kami sangat mengapresiasi kinerja semua pihak yang telah membawa Desa Harapan Makmur menjadi salah satu desa dengan kinerja baik,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Pondok Kubang Hendri Irawan menilai keberhasilan upaya penurunan stunting di Desa Harapan Makmur merupakan hasil dari kolaborasi dan integrasi berbagai sektor, khususnya pemerintah desa, kecamatan, Puskesmas, kader, serta pendamping desa.

“Yang luar biasa adalah semangat teman-teman di desa untuk melengkapi data dan melakukan berbagai upaya dalam mendukung penurunan stunting. Ini menunjukkan bahwa ketika kita bersinergi dan berintegrasi, dampaknya dapat dirasakan bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Bengkulu Tengah, Dr. Susilo Damarini Rachmat, menegaskan bahwa capaian Desa Harapan Makmur dalam penilaian di tingkat kabupaten patut diapresiasi, namun upaya peningkatan kualitas program tetap harus dilakukan secara maksimal.

“Alhamdulillah, Desa Harapan Makmur mendapatkan hasil penilaian yang baik dan akan maju ke tingkat provinsi. Namun, kita tidak boleh hanya puas dengan hasil penilaian kabupaten. Penilaian di tingkat provinsi tentu memiliki indikator dan tim penilai yang berbeda. Karena itu, saya berharap seluruh poin penilaian dapat dimaksimalkan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak sebagai bagian penting dalam pencegahan stunting.

“Edukasi dan pembelajaran kepada masyarakat menjadi salah satu bagian penting. Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab kader, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Pola asuh serta pemenuhan gizi seimbang harus menjadi perhatian bersama,” tuturnya.

Damarini juga mengingatkan pentingnya kelengkapan administrasi dan dokumentasi kegiatan TP PKK serta Posyandu. Menurutnya, setiap kegiatan yang telah dilaksanakan perlu memiliki bukti dan pencatatan yang jelas agar dapat dipertanggungjawabkan sekaligus menjadi bagian dari penilaian.

“Kalau kita ingin maju, lengkapi data-data yang memang dibutuhkan. Setiap kegiatan harus ada catatan dan dokumentasinya. Data dan administrasi itu penting karena menjadi bukti nyata dari kegiatan yang sudah dilakukan, bukan sekadar berdasarkan penyampaian atau cerita,” tegasnya.

Ia turut mengajak jajaran TP PKK dan Posyandu Desa Harapan Makmur untuk terus aktif menggerakkan masyarakat serta memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan kabupaten apabila menghadapi kendala dalam pelaksanaan program.

“Jangan hanya mengejar hasil lomba. Jadikan proses ini sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas desa. Kalau hasilnya belum sesuai harapan, berarti masih ada yang harus diperbaiki. Kalau berhasil, jangan berhenti, tetapi terus tingkatkan agar bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,” pungkasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui BAZNAS kepada anak-anak yang menjadi sasaran program penurunan stunting.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian materi mengenai pola asuh anak dalam upaya mencegah stunting oleh Ketua TP Posyandu Kabupaten Bengkulu Tengah, Dr. Susilo Damarini Rachmat. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua dan masyarakat mengenai pentingnya pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

(MC/BDR)

Komentar

20