GPA GENDONG ADVENTURE TANAM 1.000 MANGROVE, BUPATI BENGKULU TENGAH DUKUNG PELESTARIAN PESISIR

Media Pemkab Benteng
06 September 2026
18:34 WIB

Bengkulu Tengah, MC Benteng – Memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-11, Gerakan Pecinta Alam (GPA) Gendong Adventure menggelar aksi penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di kawasan pantai Desa Pondok Kelapa, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, Minggu (6/9/2026).

Mengusung tema “Dalam Kebersamaan Kita Tumbuh, Dalam Etika Kita Berkarya untuk Alam”, kegiatan tersebut menjadi momentum GPA Gendong Adventure untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengambil langkah nyata dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, ST., M.AP.; Kodim Bengkulu; Kapolda Bengkulu yang diwakili Direktur Samapta Polda Bengkulu; Kapolres Bengkulu Tengah; Staf Ahli Bupati Bengkulu Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan; jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait; Camat dan Kepala Desa; Ketua Umum GPA Gendong Adventure; perwakilan Ketua Umum Pecinta Alam se-Provinsi Bengkulu; tokoh masyarakat Desa Pondok Kelapa dan Desa Sungai Lemau; serta seluruh anggota GPA Gendong Adventure dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum GPA Gendong Adventure menyampaikan bahwa Harlah ke-11 bukan sekadar penanda usia organisasi, melainkan menjadi bukti pendewasaan, ketangguhan, dan keteguhan komitmen untuk terus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

> “Harlah ke-11 bukan sekadar penanda usia, melainkan bukti pendewasaan, ketangguhan dan keteguhan komitmen kita untuk terus hadir membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk melihat kondisi lingkungan di Desa Pondok Kelapa, khususnya Dusun II, yang saat ini berada dalam posisi geografis yang rentan karena dihadapkan pada dua ancaman ekologis besar.

Di satu sisi, ruang hidup masyarakat terus menyempit akibat ancaman naiknya permukaan air laut, hantaman gelombang, dan abrasi. Sementara di sisi lain, kawasan tersebut berhadapan langsung dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Lemau yang kondisinya semakin memprihatinkan akibat erosi dan sedimentasi.

“Kondisi yang diapit oleh ancaman laut dan pesisir sungai ini membuat abrasi serta hilangnya daratan bukan lagi sekadar cerita jauh, melainkan kenyataan yang setiap hari mengetuk pintu rumah kita,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kepedulian dan tindakan bersama. Masyarakat tidak dapat terus diam dan hanya menjadi penonton ketika tanah kelahiran perlahan tergerus dan ruang hidup semakin terancam.

“Kita tidak bisa terus diam dan hanya menjadi penonton saat tanah kelahiran kita perlahan tergerus dan ruang hidup kita terancam sirna. Maka dari itu, hari ini kita tidak hanya sekadar berkumpul untuk merayakan ulang tahun. Kita hadir di sini untuk menjawab panggilan alam,” tegasnya.

Melalui penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora, GPA Gendong Adventure berupaya membangun perlindungan alami bagi kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem.

“Melalui penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophoraini, kita sedang membangun sebuah benteng kehidupan. Setiap bibit yang kita tanam di atas lumpur pesisir ini adalah doa dan harapan yang kita tancapkan,” ungkapnya.

Ia berharap bibit-bibit mangrove tersebut dapat membantu melindungi Desa Pondok Kelapa dari ancaman abrasi, menjaga ekosistem pesisir, serta menopang kehidupan masyarakat.

“Doa agar desa kita terlindungi, agar ombak tak lagi menjadi ancaman yang menakutkan dan agar ekosistem tempat kita tinggal dapat kembali pulih serta menopang kehidupan warga,” lanjutnya.

Ketua Umum GPA Gendong Adventure juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, panitia, anggota GPA Gendong Adventure, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia menekankan bahwa penanaman bukanlah akhir dari kegiatan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama untuk memastikan mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Harapan saya sangat sederhana, mari kita kawal bersama bibit-bibit yang kita tanam hari ini. Menanam adalah langkah awal yang luar biasa, tetapi memastikannya dan merawatnya hingga tumbuh kokoh adalah janji kita pada generasi penerus,” ujarnya.

Ia berharap 1.000 bibit mangrove tersebut dapat menjadi warisan hijau yang terus menjaga Desa Pondok Kelapa hingga bertahun-tahun ke depan.

“Semoga 1.000 bibit mangrove ini menjadi warisan hijau yang terus menjaga Desa Pondok Kelapa hingga bertahun-tahun ke depan. Mari kita terus bergerak untuk bumi, untuk desa dan untuk masa depan kita bersama,” tutupnya.

 BUPATI BENGKULU TENGAH APRESIASI AKSI NYATA GPA

Selanjutnya, Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, ST., M.AP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada GPA Gendong Adventure yang telah mengambil langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit mangrove.

Bupati menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi nyata komunitas pecinta alam dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah, saya menyampaikan apresiasi kepada GPA Gendong Adventure. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Semangat komunitas pecinta alam seperti ini patut kita dukung dan terus dikembangkan,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, keberadaan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, termasuk membantu melindungi kawasan pantai dari abrasi serta menjadi habitat berbagai jenis biota.

Bupati juga menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Yang paling penting setelah menanam adalah merawat dan menjaga tanaman tersebut agar dapat tumbuh dengan baik. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Bupati berharap kegiatan penanaman mangrove tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan bersama agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Hari ini kita menanam mangrove, tetapi sesungguhnya kita sedang menanam harapan, menjaga masa depan, dan mewariskan alam yang lebih baik untuk generasi yang akan datang,” ungkapnya.

KADES PONDOK KELAPA SAMPAIKAN TERIMA KASIH

Sementara itu, Kepala Desa Pondok Kelapa menyampaikan terima kasih kepada GPA Gendong Adventure dan seluruh pihak yang telah memilih kawasan pantai Desa Pondok Kelapa sebagai lokasi penanaman 1.000 bibit mangrove.

“Sebagai Kepala Desa, saya mengucapkan terima kasih kepada GPA Pecinta Alam yang hari ini telah melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 bibit mangrove di pantai desa kita. Tentunya kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi desa, khususnya dalam menjaga lingkungan dan kawasan pesisir,” ujarnya.

Ia menyampaikan dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat tersebut.

“Kami dari pemerintah desa sangat mendukung kegiatan seperti ini. Mudah-mudahan bibit yang sudah ditanam hari ini dapat kita jaga dan rawat bersama, sehingga nantinya bisa tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan desa,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kode Etik Pecinta Alam dan doa bersama. Setelah itu, dilakukan penanaman 1.000 bibit mangrove jenis Rhizophora oleh perwakilan Bupati Bengkulu Tengah, jajaran pemerintah daerah, kepolisian, GPA Gendong Adventure, perwakilan pecinta alam se-Provinsi Bengkulu, pemerintah desa, serta masyarakat.

Aksi penanaman tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Penanaman mangrove diharapkan tidak berhenti sebagai bagian dari peringatan Harlah ke-11, tetapi menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat perlindungan pesisir, memulihkan ekosistem, mencegah abrasi, serta menjaga ruang hidup masyarakat Desa Pondok Kelapa bagi generasi mendatang.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama seluruh peserta sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga alam.

(MC-Mel)

Komentar

20