BUPATI TINJAU SEKOLAH, SARANA DAN MINIMNYA SISWA JADI SOROTAN

Media Pemkab Benteng
13 Agustus 2026
16:47 WIB

Bengkulu Tengah, MC Benteng – Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., bersama Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Tengah Arsyad Hamzah, S.E., jajaran Asisten, Kepala OPD, Kabag dan undangan lainnya melakukan kunjungan ke sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Pondok Kubang dan Pondok Kelapa. Kamis (13/08/2026).

Kunjungan diawali dengan meninjau SD Negeri 85 dan SMP Negeri 17 Bengkulu Tengah yang berada dalam satu lokasi di Desa Talang Tengah I Pondok Kubang. Kedatangan Bupati dan rombongan disambut jajaran guru dan para murid.

Bupati mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sekolah setelah mendapatkan laporan mengenai minimnya jumlah peserta didik baru, khususnya di SDN 85 yang pada tahun ajaran baru ini hanya memiliki satu siswa kelas I.

“Saya sengaja datang ke SDN 85 karena mendapatkan laporan bahwa jumlah siswa kelas I yang baru masuk tahun ajaran baru sangat minim, bahkan hanya satu orang. Setelah kita lihat langsung, ternyata kondisi fisik sekolah ini memang sangat tidak layak untuk anak-anak kita. Ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan orang tua ragu menyekolahkan anaknya di sini.”

Selain kondisi fisik sekolah, Bupati menyebut minimnya jumlah anak usia sekolah di Desa Talang Tengah juga menjadi tantangan. Berdasarkan pendataan pihak sekolah, hanya terdapat dua anak yang memasuki usia sekolah dasar dan salah satunya memilih bersekolah di tempat lain.

“Kepala sekolah sudah berusaha melakukan jemput bola dengan mendatangi orang tua dan mencari anak-anak usia sekolah. Jadi persoalannya bukan semata-mata karena sekolah, tetapi memang jumlah anak usia sekolah di desa ini sangat minim. Kondisi fisik sekolah juga akan menjadi perhatian kita dan insyaallah akan kita upayakan perbaikannya, termasuk akses jalan menuju sekolah.”

Kepala SDN 85 Talang Tengah, Maryono, mengatakan pihak sekolah telah berupaya melakukan pendataan dan pendekatan kepada masyarakat sejak dirinya menjabat sebagai kepala sekolah sekitar lima bulan lalu.

“Kami sudah berupaya mencari dan mendata anak-anak yang memasuki usia sekolah. Berdasarkan survei yang kami lakukan, memang jumlah anak usia sekolah di desa ini sangat minim. Yang kami temukan hanya dua orang, satu mendaftar di sini dan satu lagi memilih sekolah di tempat lain.”

 

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 17 Bengkulu Tengah, Umaedi Heryan, menyampaikan bahwa jumlah peserta didik di sekolah tersebut saat ini sebanyak 19 siswa.

Setelah meninjau SDN 85 dan SMPN 17, Bupati bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke SD Negeri 82 Desa Talang Boseng Pondok Kelapa. Di sekolah tersebut, Bupati kembali menemukan persoalan minimnya peserta didik kelas I yang saat ini hanya berjumlah satu orang.

Menurut Bupati, selain jumlah anak usia sekolah, keberadaan sekolah lain yang menjadi pilihan masyarakat juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Karena itu, ia mendorong pihak sekolah untuk menciptakan inovasi dan keunggulan yang dapat meningkatkan minat masyarakat.

“Masyarakat tentu ingin anaknya bersekolah di tempat yang terbaik dan memiliki kelebihan. Saya berharap kepala sekolah bersama Dinas Pendidikan dapat menciptakan inovasi sesuai potensi yang ada, sehingga masyarakat memiliki alasan untuk memilih SD Negeri 82. Kita ingin anak-anak di sini tetap bersekolah di desa sendiri.”

Kepala SDN 82 Talang Boseng, Budiman, S.E., menyampaikan bahwa sebagian orang tua memilih menyekolahkan anaknya di MIN. Menyikapi hal tersebut, pihak sekolah akan berupaya menghadirkan inovasi untuk meningkatkan daya tarik sekolah.

“Salah satu upaya yang bisa kami lakukan adalah memberikan fasilitas pendukung bagi siswa baru, seperti seragam, tas dan sepatu secara gratis. Ini menjadi salah satu gagasan untuk menarik minat orang tua agar mendaftarkan anak-anaknya ke SD Negeri 82.”

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah untuk melihat langsung kondisi satuan pendidikan sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan, baik terkait sarana prasarana maupun minimnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah.

(MC/BDR)

Komentar

20