BUPATI RACHMAT RIYANTO KUNJUNGI DESA RINDU HATI, DORONG PEMANFAATAN DATA DAN DIGITALISASI PELAYANAN DESA
Bengkulu Tengah, MC Benteng – Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., melakukan kunjungan ke Desa Rindu Hati yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti tahapan penilaian Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tingkat nasional Tahun 2026, Selasa (8/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan Pemerintah Desa Rindu Hati dalam menghadapi tahapan penilaian sekaligus meninjau penerapan pemanfaatan data dan digitalisasi pelayanan desa yang dikembangkan melalui pembinaan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bengkulu Tengah.
Bupati Rachmat Riyanto disambut Sekretaris Desa Rindu Hati beserta jajaran perangkat dan pengurus desa yang tengah melakukan berbagai persiapan menjelang penilaian. Turut hadir Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Bengkulu Tengah Dr. Apileslipi, S.Kom., M.Si., CHRM., Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Tengah Cornelius, S.S., M.M., sejumlah kepala OPD terkait, serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rachmat mengapresiasi upaya Desa Rindu Hati dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan desa berbasis data dan teknologi informasi. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah untuk membangun daerah yang dimulai dari tingkat desa.

“Dari awal saya sudah menyampaikan bahwa prinsip kita membangun Bengkulu Tengah adalah membangun dari bawah. Dan membangun dari bawah itu tentu diawali dari desa. Hari ini saya melihat langsung Desa Rindu Hati yang sedang mempersiapkan diri bersama BPS dan tim terkait untuk mengikuti penilaian Desa Cantik,” ujar Bupati Rachmat.
Bupati menjelaskan, keikutsertaan Desa Rindu Hati dalam penilaian Desa Cantik tingkat nasional merupakan sebuah capaian yang patut diapresiasi. Setelah sebelumnya desa Nakau Bengkulu Tengah berhasil masuk dalam 20 besar pada tahun sebelumnya, pada tahun ini Desa Rindu Hati yang mengikuti proses penilaian dan berada pada peringkat 15 besar tingkat nasional untuk sementara dan akan dilanjutkan ke tahapan penilaian berikutnya.
Rachmat menegaskan bahwa tahapan penilaian yang sedang berlangsung tersebut hendaknya tidak semata-mata dipandang sebagai upaya mengejar peringkat, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas tata kelola data dan pelayanan pemerintahan desa.

“Posisi atau peringkat bukanlah hal yang paling penting. Yang paling penting adalah bagaimana semangat dan apa yang sudah dilakukan ini bisa menular kepada desa-desa lainnya. Saya ingin apa yang dilakukan Desa Rindu Hati ini bisa menjadi contoh dan mendorong desa-desa lain untuk terus meningkatkan pengelolaan data serta pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga mengapresiasi inovasi digital yang dikembangkan Desa Rindu Hati berupa website dan aplikasi pelayanan desa. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi mengenai kondisi kependudukan secara lebih mudah, mulai dari jumlah penduduk, data laki-laki dan perempuan, hingga informasi lainnya yang dibutuhkan.
Selain menyediakan informasi publik, sistem digital tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketepatan sasaran program pemerintah. Salah satunya melalui pendataan kondisi rumah masyarakat yang dapat menjadi dasar dalam menentukan penerima bantuan bedah rumah.
“Saya melihat Desa Rindu Hati sudah memiliki website dan aplikasi sendiri. Data kependudukan bisa langsung dilihat, begitu juga data lainnya yang dibutuhkan masyarakat. Bahkan pendataan kondisi rumah dapat membantu kita menentukan rumah mana yang memang layak dan membutuhkan program bedah rumah. Ini merupakan contoh pemanfaatan data yang sangat baik,” ungkap Bupati.
Rachmat berharap inovasi tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan oleh desa-desa lainnya di Kabupaten Bengkulu Tengah. Dengan jumlah 142 desa dan satu kelurahan, ia mendorong seluruh pemerintah desa untuk meningkatkan standar pengelolaan administrasi, pelayanan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Saya mengajak 142 desa dan satu kelurahan di Bengkulu Tengah untuk bersama-sama belajar dari desa-desa yang sudah memiliki inovasi. Kalau perlu, datang dan belajar ke Desa Rindu Hati. Saya ingin ke depan standar pelayanan dan pengelolaan desa kita semakin baik dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” kata Rachmat.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya penggunaan data sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Menurutnya, era pemerintahan saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan penyampaian informasi secara lisan, tetapi harus didukung dengan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya adalah salah satu orang yang sangat percaya dengan data. Setiap kebijakan yang saya keluarkan pasti saya buka datanya sebagai patokan. Sekarang bukan zamannya lagi hanya berbicara tanpa dasar. Kalau kita mengatakan ada progres, maka harus bisa ditunjukkan bagaimana datanya. Karena itu saya berharap seluruh desa di Bengkulu Tengah dapat bergerak ke arah yang sama,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Rindu Hati menjelaskan, pembinaan yang dilakukan BPS Kabupaten Bengkulu Tengah telah berlangsung selama kurang lebih empat hingga lima bulan. Dalam proses tersebut, pemerintah desa bersama BPS mengembangkan website dan aplikasi yang memuat berbagai informasi serta data desa.

Salah satu manfaat yang dirasakan pemerintah desa adalah kemudahan dalam melakukan pendataan kondisi rumah masyarakat. Data yang dihimpun melalui kuesioner mencakup kondisi lantai, atap, dinding, serta sejumlah indikator lainnya sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan rumah yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan.
Kepala BPS Kabupaten Bengkulu Tengah Cornelius menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk memberikan pendampingan dan konsultasi terkait statistik kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun masyarakat.
Menurutnya, pendampingan statistik tidak hanya terbatas pada program tertentu. BPS Kabupaten Bengkulu Tengah juga telah menyediakan ruang konsultasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun perangkat pemerintah yang membutuhkan informasi dan pendampingan terkait data.

“Untuk tahun 2025 dan 2026, sistemnya masih berdasarkan pengajuan dari pemerintah daerah. Namun sebenarnya, jika membutuhkan pendampingan statistik, masyarakat maupun perangkat desa tidak perlu ragu untuk datang ke BPS Kabupaten Bengkulu Tengah. Kami terbuka untuk memberikan pelayanan dan konsultasi,” jelas Cornelius.
Usai melakukan kunjungan dan melihat kesiapan Desa Rindu Hati, Bupati Rachmat Riyanto juga mencicipi kopi khas Desa Rindu Hati yang diproduksi oleh pelaku UMKM setempat dengan merek Bapak Kopi Rindu Hati. Kopi tersebut merupakan kopi jenis robusta yang menjadi salah satu produk unggulan masyarakat Desa Rindu Hati.

Bupati mengapresiasi keberadaan produk lokal tersebut dan mengajak masyarakat untuk datang langsung ke Desa Rindu Hati, menikmati suasana desa sekaligus mencicipi kopi khas yang dihasilkan masyarakat setempat.
Menurutnya, pengembangan potensi desa harus berjalan beriringan dengan peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Desa Rindu Hati dinilai memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan, baik dari sisi inovasi pemerintahan, pemanfaatan data, maupun produk unggulan masyarakat.

Kunjungan Bupati tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi bagi Pemerintah Desa Rindu Hati dalam menghadapi tahapan penilaian Desa Cantik tingkat nasional sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh desa di Kabupaten Bengkulu Tengah dalam mewujudkan pemerintahan desa yang semakin inovatif, berbasis data, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
(MC/BDR)
Komentar
20
Login Form
Silahkan login dengan mengisi informasi dibawah iniRegistrasi Akun