Bengkulu, MC Benteng – Bupati Bengkulu Tengah Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP didampingi Kadis PU Bengkulu Tengah Febrian Fatahillah, S.T., M.T. menghadiri kegiatan Launching Sinopsis Buku Edward Coles / Mr. Badar yang digelar di Aula Sasana Bina Karya Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Senin malam (17/11/2025).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan, S.E., Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan RI Prof. Dr. Reda Manthovani, S.H., LL.M., Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H., para Asisten dan pejabat struktural Kejati Bengkulu, kepala OPD terkait, Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Bengkulu, tokoh akademik dan sejarawan, keluarga besar keturunan Coles, serta undangan lainnya.
Edward Coles, atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai Mr. Badar, adalah figur penting dalam sejarah Bencoolen. Ia lahir di Bengkulu pada 23 Desember 1736 dan menjabat sebagai Gubernur Fort Marlborough dari 14 Oktober 1781 hingga 28 Februari 1785. Dalam perjalanannya, Coles menikah dengan putri bangsawan Bengkulu dari Kerajaan Selebar, menjadikannya tokoh yang dekat dengan masyarakat pribumi serta memiliki peran besar dalam dinamika sosial-politik Bengkulu pada masa kolonial.
Salah satu fakta menarik yang kini kembali diangkat adalah bahwa Prof. Dr. Reda Manthovani, Jamintel Kejagung RI, merupakan keturunan ke-7 dari Edward Coles / Mr. Badar. Hubungan historis inilah yang memperkaya perspektif perjalanan tokoh yang jarang diulas dalam literatur sejarah nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Jamintel Kejagung Prof. Dr. Reda Manthovani memberikan apresiasi kepada Kejati Bengkulu dan Universitas Bengkulu yang telah berkolaborasi menyusun sinopsis buku tersebut. Beliau menegaskan bahwa penyusunan literatur sejarah seperti ini membutuhkan dukungan riset yang kuat, termasuk literatur perpustakaan yang lebih lengkap, penggalian arsip dari negara-negara terkait, serta penyelenggaraan FGD (Focus Group Discussion) untuk menguji validitas data.
“Upaya ini penting agar kisah Edward Coles dapat disajikan sebagai fakta sejarah yang utuh, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi masyarakat Bengkulu maupun Indonesia,” ujar Reda.
Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari upaya besar Kejati untuk menggali kembali sejarah Bengkulu yang selama ini belum tersusun secara lengkap.
“Bengkulu memiliki banyak kisah sejarah yang belum terungkap. Melalui penelitian bersama para ahli dan tokoh terkait, kita berharap dapat menyusun kembali warisan sejarah yang penting bagi identitas daerah,” tegas Kajati.
Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan dalam sambutannya memberikan penghargaan atas inisiatif Kejati dan tim peneliti. Menurutnya, kisah perjalanan Edward Coles merupakan bagian penting dari sejarah Bengkulu yang memiliki nilai heroik dan inspiratif.
“Kerja nyata Kejati ini sangat kami apresiasi. Kisah Edward Coles adalah kisah perjuangan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ke depan, kisah ini bahkan dapat dikembangkan menjadi film sejarah, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat dengan cara yang lebih menarik dan edukatif,” ujar Gubernur.
Acara ditutup dengan sesi diskusi bersama para akademisi dan budayawan, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sinopsis buku Edward Coles / Mr. Badar secara simbolis kepada Jamintel Kejagung Prof. Dr. Reda Manthovani.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penyusunan buku sejarah yang lebih lengkap, mendalam, dan terverifikasi, sehingga dapat memperkaya literasi sejarah Bengkulu dan Indonesia.
(MC/BDR)
20
Login Form
Silahkan login dengan mengisi informasi dibawah iniRegistrasi Akun