Bengkulu Tengah , MC Benteng - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan Pengolah Bambu yang secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perindag KOP Gunawan Rozali, S.E., M.M., serta di tinjau  langsung oleh Ketua Dekranasda Bengkulu Tengah Dr. Susilo Damarini Rachmat, S.KM.,M.PH , bertempat di Rumah Bambu Kabupaten Bengkulu Tengah Gedung MPP. Selasa (9/12/2025)

Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan potensi bambu sebagai komoditas lokal bernilai tinggi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi para pelaku UMKM dan masyarakat desa. Kehadiran Ketua Dekranasda memberikan semangat tersendiri bagi peserta, yang berasal dari berbagai kecamatan di Bengkulu Tengah.

Dalam wawancaranya,  Ketua Dekranasda Bengkulu Tengah Susilo Damarini Rachmat  menegaskan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam mengolah bambu agar dapat bersaing dengan produk industri kreatif lainnya. 

“Bambu bukan hanya tanaman biasa. Jika dikelola dengan kreatif, ia bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar UMKM kita mampu menciptakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” ujarnya

Pelatihan ini mengajarkan teknik pengolahan bambu mulai dari pemilihan bahan, pengawetan, pemotongan, hingga proses pembentukan dan finishing menjadi produk siap jual seperti perabot, kerajinan tangan, hingga dekorasi bernilai seni.

Plt. Kepala Dinas Perindagkop Bengkulu Tengah Gunawan Rozali, S.E., M.M., saat sambutannya menyampaikan  bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang bertujuan menggerakkan ekonomi daerah berbasis potensi lokal yang di ikuti oleh 10 orang perwakilan calon pengrajin di Bengkulu Tengah yang memiliki keahlian dalam pengolahan bambu.

“Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan. Potensi bambu di Bengkulu Tengah sangat besar, dan melalui pelatihan ini kita harap lahir para perajin baru yang mampu membawa nama Bengkulu Tengah ke tingkat provinsi bahkan nasional seperti 2 orang pengrajin bambu yang saat ini telah menjadi Instruktur saat pelatihan ini berlangsung," tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif dan semangat belajar sepanjang kegiatan yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 11 Desember 2025 ini. Banyak dari mereka berharap pelatihan seperti ini terus dilakukan agar masyarakat memiliki kemampuan yang mumpuni dalam memproduksi kerajinan bambu yang modern dan bernilai jual tinggi. Demikian (MC/EK)

20