BENGKULU TENGAH – Rapat Koordinasi & Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi atau Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK RI, Kamis (14/5). Rapat dilakukan melalui vid-Con Zoom yang dihadiri oleh Wakil Bupati Septi Peryadi, S.TP , inspektur Inspektorat Lili Trianti dan kepala OPD dinas terkait.

Saat menyampaikan sambutannya dari KPK Buya memberitahukan kepada Bupati Bengkulu Tengah, Bengkulu selatan, Bengkulu Utara, Wali Kota Bengkulu untuk memaparkan kegiatan yang telah dan akan dilakukan untuk menindaklanjuti Refocusing yang ada.

Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Peryadi, S.TP memaparkan bahwa percepatan penangan Covid -19 telah dilakukan dengam kondusif meskipun Bengkulu Tengah telah masuk di Zona Merah. Telah di buka 3 posko, 1 posko induk dipemda Benteng dan 2 posko perbatasan di Pondok Kelapa dan Taba Penanjung. Selain itu disetiap desa telah ada posko covid -19 juga.

“Sedangkan bagi masyarakat kami selalu berupaya membantu masyarakat yang terdampak melalui berbagai macam bantuan seperti BLT, BTT, bantuan Dana desa Dan lain-lain”. Jelas septi

Ditambahkan oleh inspektur Inpektorat Bengkulu Tengah Lili Trianti bahwa  “Bengkulu Tengah Telah melakukan pengurangan capaian Renaksi PK (MCP) dari 103 menjadi 41 pada triwulan 1 ini. Untuk selanjutnya akan selalu minimalisirkan lagi guna membantu percepatan penanganan covid-19” ujar Lili Trianti

Ada 4 kabupaten yang memaparkan penjelasan tentang MCP dan penanganan yang telah dilakukan serta yang  akan dilakukan.

Tim Liputan MC Bengkulu Tengah

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *