TIM PUSAT PENELITIAN AGRARIA UNIVERSITAS HASANUDDIN KAJI HPL TRANSMIGRASI DI BENGKULU TENGAH
Bengkulu Tengah, MC Benteng – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menerima kunjungan Tim Pusat Penelitian Agraria Universitas Hasanuddin Makassar dalam rangka pelaksanaan kajian dan inventarisasi kondisi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di Kabupaten Bengkulu Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi wilayah, sosial masyarakat, serta aspek tata ruang di kawasan transmigrasi. kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati. Rabu (30/09/2026).

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Ir. Wijaya Atmaja, M.Si., kepala OPD terkait, para kepala bagian, serta undangan lainnya.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Pelaksana, Dr. Nuragifah, S.H., M.H., yang menyampaikan bahwa timnya akan melakukan kajian di tiga desa, yakni Desa Talang Donok, Desa Sekayun, dan Desa Renah Kandis. Kajian tersebut mencakup aspek sosial dan humaniora, kondisi kependudukan, program pembangunan desa, tingkat kesejahteraan masyarakat, serta berbagai data pendukung lainnya.

“Tujuan kedatangan kami adalah melakukan kerja sama terkait HPL transmigrasi sekaligus melaksanakan kajian sosial humaniora di tiga desa. Kami membutuhkan data dan informasi terkait program desa, kondisi penduduk, kesejahteraan masyarakat, serta aspek lainnya sebagai bahan dalam mendukung kajian,” ujar Dr. Nuragifah.
Selain kajian sosial, tim juga akan melakukan analisis geospasial untuk mengidentifikasi kondisi dan eksistensi wilayah desa yang menjadi objek kajian. Kegiatan tersebut meliputi pengambilan titik koordinat menggunakan GPS di sejumlah lokasi serta penelaahan keterkaitannya dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bengkulu Tengah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, inventarisasi dan identifikasi kondisi terkini HPL transmigrasi penting dilakukan sebagai dasar penyusunan langkah penanganan dan pengembangan kawasan transmigrasi ke depan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari inventarisasi dan identifikasi kondisi terkini HPL transmigrasi di Kabupaten Bengkulu Tengah. Nantinya, hasil kajian ini akan disampaikan kepada Kementerian Transmigrasi sebagai bahan dalam menentukan langkah-langkah pengembangan kawasan, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah transmigrasi,” jelas Tomi.
Ia menambahkan, aspek geospasial menjadi salah satu bahan dasar untuk melihat kondisi dan pemetaan wilayah HPL secara lebih akurat. Sementara itu, kajian sosial yang dilakukan melalui pendekatan sosial humaniora juga memiliki peran penting untuk menggambarkan kondisi kehidupan serta dinamika masyarakat yang berada di kawasan tersebut.
“Kajian geospasial akan menjadi bahan dasar dalam melihat kondisi dan pemetaan wilayah HPL. Di sisi lain, kajian sosial humaniora juga penting untuk melihat secara langsung kondisi sosial dan kehidupan masyarakat di kawasan transmigrasi, sehingga gambaran yang diperoleh tidak hanya dari sisi wilayah, tetapi juga dari kondisi masyarakatnya,” tambahnya.
Sekda menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah bersama perangkat daerah terkait akan mendukung kebutuhan data dan informasi yang diperlukan tim peneliti selama proses kajian berlangsung. Hasil kajian tersebut nantinya juga akan menjadi salah satu bahan bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan dan program pembangunan di wilayah terkait.
“Terima kasih atas kunjungan dan kajian yang dilakukan. Pemerintah daerah beserta jajaran akan menjadikan hasil dan informasi dari kegiatan ini sebagai bahan untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya, khususnya dalam penyusunan program dan kebijakan pemerintah daerah,” pungkas Tomi.
(MC/BDR)
Komentar
20
Login Form
Silahkan login dengan mengisi informasi dibawah iniRegistrasi Akun