Bengkulu Jadi Pilot Project Nasional KBSB, Sekda Bengkulu Tengah Hadiri Groundbreaking Program Percepatan Pembangunan

Media Pemkab Benteng
17 Oktober 2026
14:13 WIB

Bengkulu, MC Benteng – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. Tomi Marisi, M.Si., menghadiri kegiatan Groundbreaking Karya Bakti Skala Besar (KBSB) Provinsi Bengkulu yang dipimpin oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Brigjen TNI Ferdial Lubis, MPICT. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Raya Semarak Bengkulu, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan perhatian dalam pemerataan pembangunan.

Turut hadir mewakili Gubernur Bengkulu, Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Drs. Khairil Anwar, M.Si., Senator DPD RI Leni Jhon Latief dan Destita Khairulnisa, para pimpinan lembaga, Bupati dan Wali Kota atau perwakilannya, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Ferdial Lubis menyampaikan bahwa program KBSB merupakan hasil kolaborasi strategis antara TNI Angkatan Darat melalui Kopassus, DPD RI, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), serta Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Provinsi Bengkulu dipilih sebagai lokasi proyek percontohan (pilot project) nasional untuk mendorong percepatan pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan infrastruktur. Program ini terutama menyasar daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), serta wilayah yang rawan bencana.

“Kita sama-sama berharap dengan adanya KBSB ini, dorongan pembangunan untuk daerah tertinggal dapat terwujud secara nyata dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Kerja keras dan gotong royong kita bersama menjadi kunci demi kemajuan daerah dan bangsa,” ungkapnya.

Program KBSB disusun berdasarkan aspirasi masyarakat yang dihimpun secara langsung melalui jajaran komando kewilayahan, mulai dari Kodam, Korem, hingga Kodim setempat. Dengan pendekatan tersebut, pelaksanaan program diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Adapun sejumlah fokus utama program KBSB meliputi:

- Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Pembangunan sekitar 100 jembatan untuk membuka keterisolasian wilayah, disertai perbaikan sejumlah ruas jalan desa guna memperlancar akses dan mobilitas masyarakat.

- Penyediaan sanitasi dan air bersih. Pembangunan sumur bor, instalasi air bersih, serta penyediaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak.

- Rehabilitasi rumah tidak layak huni. Pelaksanaan program bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu agar memiliki hunian yang lebih layak dan sehat.

- Pelayanan kesehatan dan sosial. Pelaksanaan operasi bibir sumbing gratis serta operasi katarak massal untuk membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.

-Pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penguatan potensi ekonomi desa melalui pengembangan desa wisata dan desa ekspor yang terintegrasi dengan program kementerian terkait.

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan di lapangan akan dikawal langsung oleh personel Kopassus dengan mengedepankan prinsip kecepatan, efektivitas, dan keterlibatan aktif masyarakat setempat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menyambut baik pelaksanaan program KBSB dan berharap sinergi antara TNI, pemerintah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan optimal.

Melalui program tersebut, manfaat pembangunan diharapkan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat di Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Bengkulu Tengah, baik melalui peningkatan akses infrastruktur, pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, maupun penguatan ekonomi masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, program KBSB diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Bengkulu. (MC/EK)

Komentar

20