Bahas Perizinan, 8 Perusahaan Sawit di Benteng dilakukan Pembinaan

BENGKULU TENGAH – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) melalui Dinas Pertanian Benteng, Selasa pagi (16/10/2018) melakukan pembinaan terhadap 8 (Delapan) perusahaan perkebunan kelapa sawit di Benteng.

 

Wakil Bupati Bengkulu Tengah Septi Peryadi, S.Tp mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pembinaan terhadap kelengkapan izin perusahaan mulai dari izin ketenagakerjaan dan izin pengelolaan.

 

“Ya, pembinaan ini dilakukan dikhususkan untuk perusahaan yang berkaitan dengan kelapa sawit, baik itu perkebunannya maupun pengolahannya,” ujar Wabup.

 

Disampaikan Wabup, untuk perusahaan kelapa sawit hingga sejauh ini pihaknya belum mengetahui secara pasti apa-apa saja yang menjadi kendala mereka dalam menjalankan perusahaan yang mereka kelola.

 

“Jadi barusan kita sudah melakukan pendataan terhadap perusaahan ini, dan kita ketahui ada beberapa perusahaan yang masih banyak memiliki kendala dalam pengelolaan. Bahkan ada beberapa perusahaan legalitasnya belum terpenuhi. Makanya dengan pembinaan ini kita bisa mendorong mereka untuk segera melengkapi itu,” tegas dia.

 

Terpisah Kepala Dinas Pertanian Benteng, Drs. Supawan Said menyampaikan selain dengan yang disampaikan bapak Wakil Bupati, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap masalah yang dihadapi oleh perusahaan itu sendiri.

 

“Mulai dari masalah lahan hingga masalah pengangkutan itu kita harus mengetahui, termasuk juga dengan masalah CSR. Makanya dengan ini kedepan kita bisa memberi solusi terhadap masalah yang mereka hadapi,” imbuh Supawan.

 

Adapun terkait legalitas perizinan, memang ada beberapa perusahaan yang masih belum melengkapi, namun melalui pembinaan tersebut pihak Pemerintah melalui Dinas Pertanian telah melakukan himbauan kepada perusahaan yang bersangkutan untuk segera melakukan penyelesaian kelengkapan izin.

 

“Kita sudah beri himbauan kepada mereka para pengelola perusahan. Dan kita kasih mereka tenggang waktu sampai dengan 1 November ini. Apabila pada waktunya tidak kunjung dilengkapi maka akan kita beri sanksi,” demikian Supawan. (Tim)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *