Kunker Ke Bengkulu, Kasdam II Sriwijaya Tinjau Pembangunan Denzipur di Benteng

BENGKULU TENGAH – Kepala Staf Kodam (Kasdam) II/Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial, P.sc, M.Tr(Han) Senin (23/07/2018) mendatangi lokasi pembangunan Detasemen Zeni TempurĀ (Denzipur) di Desa Karang Tengah, Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng).

Didampingi oleh Bupati Bengkulu Tengah, Dr. H. Ferry Ramli, SH, MH, dirinya (Kasdam) secara langsung menilai jika lokasi pembangunan Markas Satuan Bantuan Tempur tersebut sangatlah bagus dan tepat.

“Secara langsung saya lihat untuk tempat ini sangat strategis, dan tadi dijelaskan oleh bapak Bupati bahwa tempat ini juga tidak terlalu jauh dari pusat – pusat Pemerintahan, perkantoran maupun dengan masyarakat yang ada disekitar sini,” ujar Kasdam.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah mengatakan, terkait pembangunan Denzipur Kodam II/Sriwijaya diakuinya merupakan suatu hal yang tidak mudah. Apalagi diketahui hampir semua Kabupaten di Provinsi Bengkulu menginginkan keberadaan Denzipur di Daerah mereka.

“Makanya saya bilang, untuk adanya Denzipur di Kabupaten ini prosesnya sangat alot dan tidak segampang mengembalikan telapak tangan. Karena hampir semua kabupaten menginginkan Denzipur, termasuk Kabupaten Rejang Lebong (Curup) sampai ke Pangdam,” terang Bupati.

“Tapi alhamdulillah Allah berkendak, jadi Denzipur adanya di daerah kita,” ungkap dia.

Jadi dengan adanya Denzipur di Kabupaten ini terang Bupati, apabila ada apa-apa semuanya bisa dapat dikerjakan dengan bantuan dari TNI yang ada di Denzipur.

“Benteng ini kan merupakan kabupaten termuda di Bengkulu, jadi masih banyak sekali pembangunan yang harus kita lakukan, baik itu pembangunan infrastruktur maupun pembangunan jalan tembus antar Kecamatan ataupun antar Desa. Jadi dengan adanya Denzipur kita bisa minta bantuan mereka. Karena untuk alat-alat berat Dezipur sudah memiliki,” tandasnya.

Terpisah, Tambunan selaku Projek Manager pembangunan Denzipur tersebut mengungkapkan, jika melihat cuaca yang terjadi, pihaknya menargetkan pembangunan tersebut akan memakan waktu selama tujuh bulan terhitung sejak awal bulan Maret lalu.

“Target kita tujuh bulan, mudah-mudahan cuacanya disini tidak berubah. Jadi kami bisa menyelesaikan pembangunan ini sesuai target yang kami tentukan,” tegas Tambun. (tim)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *