Musrenbangcam Kecamatan Pondok Kubang, 3 Kades Usulkan Perehaban Kantor Desa

BENGKULU TENGAH – Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di Kecamatan Pondok Kubang sudah digelar di Kantor Camat Pondok Kubang, Desa Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Rabu (14/02/2018).

Adapun dalam kegiatan tersebut, Sebanyak tiga orang Kepala Desa (Kades), yakni Kades Batu Raja, Kades Talang Tengah I dan Kades Tanjung Dalam mengaku jika Kantor Desa yang mereka huni saat ini sudah dalam keadaan rusak dan butuh perbaikan.

Adapun untuk perehaban tersebut, dana yang digelontorkan tentuhnya tidak sedikit. Dan itu butuh dana senilai puluhan juta rupiah.

“Untuk pembangunan ini tidak bisa diakomodir oleh Desa. Hal itu dikarenakan Kantor Desa merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten yang belum diserahkan kepada pihak Desa,” kata Kepala Desa Talang Tengah I, Harpin dalam Musrenbangcam di Kecamatan Pondok Kubang, Rabu (14/02/2018).

“Jika perbaikan ini dilakukan dengan ADD tidak cukup, sementara Dana Desa (DD) itu tidak bisa digunakan untuk pembangunan atau perehaban aset milik Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Sementara itu hal serupa juga diakui Ma’aruf yang merupakan Kepala Desa Batu Raja sesaat Musrenbangcam berlangsung.

Diungkapkan Ma’aruf, untuk Kantor Desa yang ia dan perangkatnya tempati saat ini, kondisi plafonnya sudah banyak yang rusak. Bahkan tak hanya rusak, ia juga mengaku jika Kantor Desa tersebut sedikit sempit hingga membuat pegawai di kantor Desa itu sedikit berdesakan saat bekerja.

“Apalagi jika ada pertemuan dengan masyarakat, kami biasanya menyewa beberapa unit tenda. Dan itu dilakukan karena ruangan di kantor desa kami tidak cukup (sempit),” keluh Ma’aruf.

Oleh sebab itu ujar Ma’aruf, dirinya dan Kepala Desa lainya sangat berharap jika Pemerintah Daerah dapat menganggarkan dana perehaban di Kantor Desa mereka.

“Memang untuk saat ini kantor Desa di tiga Desa ini, kondisinya sangat memprihatinkan. Makanya kami sangat berharap jika usulan tersebut dapat segera di akomodir oleh Pemerintah Daerah,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Perencanaan Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Kabupaten Benteng, Nurul Iwan Setiawan, M.Si melalui Kabid Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tri Yanto, S.Ip, M.Si mengungkapkan, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah dalam memajukan 142 Desa yang ada, rencananya pada tahun 2019 mendatang seluruh Desa diwajibkan memasukkan usulan melalui aplikasi E-Planing. Sehingga semua pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dapat dilakukan secara transparan.

“Insyaallah tahun 2019 mendatang semua Desa sudah memiliki dana tersendiri yang disalurkan dari APBD untuk pembangunan di masing – masing Desa,” ungkap Yanto.

“Akan tetapi untuk dana ini tidak sama dengan Dana Desa. Jika Dana Desa dikelola oleh pihak Desa, maka untuk dana yang satu ini dikelola oleh OPD terkait. Dan itu sesuai dengan usulan dari pihak Desa yang bersangkutan,” terang Yanto.

Sementara itu, jika dilihat dari plafon anggaran yang dimiliki Kabupaten, ujar dia, kemungkinan setiap Desa nantinya akan di ploting dana sebesar Rp.200 juta. Sehingga anggaran yang akan digelontorkan semuanya mencapai angka Rp.28,4 miliar.

“Terkait dengan besaran anggaran yang akan disuntik ke Desa itu akan dibahas ulang dengan pihak legislatif. Dan itu di sesuaikan berdasarkan besaran anggaran milik Daerah,” pungkas Yanto.(tim)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *