Tekan Angka Kekerasan Perempuan dan Anak, DP3APPKB Gelar Kesepakatan it

BENGKULU TENGAH – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya.

Yang mana berdasarkan pendataan DP3APPKB Kabupaten Bengkulu Tengah, untuk tahun 2017 ini tercatat ada 25 kasus KDRT yang terjadi. Dan angka kekerasan tersebut lebih banyak dibandingkan kekerasan pada tahun 2016 lalu, yang tercatat hanya 16 kasus.

“Hingga hari ini, sebanyak 25 kasus KDRT telah kami terima. Jumlah tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan pada tahun 2016 lalu,” ujar Sri Haryati Prasetya, S.STP, selaku Kepala DP3APPKB Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (12/12/2017).

Diungkapkan Sri, untuk mencegah bertambahnya kasus kekerasan itu, berbagai upaya telah dilakukannya. Bahkan, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dan sinergisitas bersama seluruh aparat penegak hukum (APH). Baik itu dengan pihak kepolisian maupun pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bengkulu Utara.

“Hari ini, kita sudah menggelar acara kesepakatan bersama untuk penanganan perempuan dan anak dari tindak kekerasan. Melalui kesempatan ini, Pemda akan bekerjasama dengan segenap APH untuk menindak pelaku KDRT. Sehingga bisa memberikan sanksi atau hukuman serta efek jera bagi para lelaki yang sebagian besar menjadi pelaku aksi KDRT tersebut,” tegasnya.

Selain menggandeng aparat penegak hukum, ia mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan menggelar beberapa kegiatan preventif atau pencegahan kepada seluruh masyarakat yang ada, baik dilingkungan masyarakat umum ataupun lingkungan sekolah.

“Setiap orang hendaknya memiliki pemahaman mengenai dampak dari perlakuan KDRT di Kabupaten Benteng. Selain itu, kaum perempuan diharapkan harus bisa menjaga diri dari perlakuan kasar yang kerap membahayakannya,” beber Sri.

Adapun berdasarkan penelusuranya, terang Sri, aksi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang ada. Salah satu faktor utamanya yakni faktor ekonomi yang terjadi dalam suatu keluarga.

“Kebanyakan, KDRT disebabkan oleh rendahnya pendapatan suatu keluarga. Oleh sebab itulah, kaum perempuan diharapkan bisa pro aktif dalam berkreasi dan menciptakan penghasilan sendiri sebagai penunjang kebutuhan hidup,” paparnya.

Terpisah, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Bengkulu, Suryono, SH, MH memastikan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi tegas terhadap para pelaku KDRT.

“Dalam kurun waktu tahun 2017 ini, kita sudah menangani sebanyak 45 perkara KDRT dan 8 diantaranya berasal dari Kabupaten Benteng. Kami akan memberikan hukuman yang maksimal kepada para pelaku KDRT,” tegas Suryono.(tim)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *